Animator-animator Asli Indonesia Di Luar Negeri

Tahu Kung fu Panda?, madagascar?, Transformer?, Ipin Upin?, Iron Man?, dan buaaanyak lagi film-film animasi maupun yang menggunakan teknik CGI atau 3d yang sangat mengagumkan buatan Hollywood maupun lainnya. Ternyata diantara kru film yang terlibat, banyak animator asli Indonesia yang ikut berperan dalam menghidupkan tokoh-tokoh favorit kita ke dalam layar kaca, siapa saja mereka? berikut daftarnya

 

1. Griselda Sastrawinata

Shrek adalah salah satu film produksi dari Hollywood yang melibatkan Griselda Sastrawinata. Grisel adalah seorang animator asal Indonesia yang tinggal di California, Amerika dan bekerja untuk studio animasi terkenal Dreamworks. Perusahaan film animasi ini memproduksi berbagai film terkenal seperti Kungfu Panda, Madagascar, dan Monster Aliens.

Selesai SMA di AS, doi melanjutkan ke Art Center College of Design di Pasadena, AS. Selain bekerja di Dreamwork, Griselda juga mengajar ilmu komunikasi visual di kampus almamaternya.

 

2. Christiawan Lie

Biasa di panggil Chris Lie, Pria ini adalah salah satu pekerja di balik beberapa film terkenal seperti Transformers 3, GI Joe, hingga yang terbaru Spiderman 4. Dia juga tengah merampungkan beberapa proyek game, seperti Starwars dan Lord of the Rings.

Chris yang sempat mengenyam pendidikan di Solo melanjutkan kuliah di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Lulus kuliah pada 1997 dengan predikat cum laude, dia pun magang pada pematung ternama Nyoman Nuartadi dan ikut mengerjakan Monumen Garuda Wisnu Kencana.

Rampung kuliah S2 dengan menyabet excelsus laureate–predikat lulusan terbaik universitas untuk jenjang master–Chris Lie pulang ke Tanah Air. Lalu ia mendirikan Caravan Studio di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dengan mempekerjakan enam komikus dari beberapa daerah, Caravan telah menciptakan puluhan komik. Dari tangannya sendiri tercipta beberapa komik, di antaranya GI Joe, Transformers, dan Dungeons and Dragons Eberron.

 

3. Andre Surya

 

Nama Andre muncul di kredit film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai digital artist. Dia juga terlibat dalam pengerjaan film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, dan Surrogates.

Karya lainnya, City of Enhasa, juga meraih juara satu di Future World Contest di 3dkingdom.org. Iron Man adalah film pertama yang ia kerjakan.

 

4. Rini Sugianto

Berawal dari kecintaan terhadap Tintin, Rini Sugianto sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Rini, lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California, saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru. Cewek ini ikut menggarap film “The Adventures of Tintin”.

Dalam film ini, Rini bertindak sebagai animator dengan andil paling besar. dia mengerjakan paling banyak adegannya, total ada 70 shot di film Tintin. Saat ini, Rini juga sedang menggarap animasi untuk film lanjutan The Avengers.

 

5. Marsha Chikita

Putri indonesia yang menjadi Animator Film Upin-Ipin namanya Marsha Chikita, Putri Ikang Fawzi , kiki panggilan akrab anak ikang fauzi ini saat memulai Karirnya saat ikut program magang di perusahaan di Las’ Copaque Production(rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin). Sejak awal 2010, dia diterima di sana . Bahkan, dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut. Dia terjun langsung ikut membuat animasi film anak-anak yang banyak digemari di Indonesia itu. Meski magang, Kiki sudah dibayar RM 500 (ringgit Malaysia) atau Rp 1.400.000 (kurs 1 RM = Rp 2.800) per bulan. Lantaran pekerjaannya dinilai istimewa, Kiki akhirnya diterima sebagai karyawan dengan gaji lebih besar. Awalnya, Marsha bekerja serabutan di studio itu. Maklum, untuk bisa menjadi profesional, pekerja di sana harus bisa mengerjakan semua bagian. Tapi kini Marsha sudah mendapat posisi yang pasti, yaitu di bagian komposter. Bagian tersebut khusus menangani efek visual, termasuk pewarnaan pada animasi agar terlihat sempurna dan enak dilihat.

 

6. Wirawinata

Lulusan Nanyang Polytechnic (Singapore) dan Art Centre Collage of Design (Passadena/ CA-US) ini awal nya sekedar menyelesaikan film animasi “The Little Red Plane” sebagai final project kelulusan di Art Centre, dan iseng-iseng mengirimkan film mereka ke festival film animasi Internasional.

Diluar dugaan The Litte Red Plane meraih banyak penghargaan seperti medali emas Student Emmy Award dan Dance With Film, Piala Kristal di Festival Film Heartland, serta ditayangkan khusus di Festival Film Cannes.

Kini Wira dengan perusahaan yang didirikannya Shadedbox mulai beralih ke dunia animasi komersial, dengan bekerja sama dengan Cartoon Network, The Gotham Group, Buena Vista Games, Sony Computer Entertainment of America, Microsoft, Midway Games dan Landor. Karya lain yang doi buat seperti pembuatan animasi iklan: Burger King, Toyota Yaris, Air Transport Authority dan FIlm Animasi Desperate Housewives.

 

7. Pamela Halomoan

Karya Pamela Haloman yang baru 19 tahun dinikmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris dan Turki. Karakter yang doi buat berhasil menarik perhatian banyak pengunjung saat dipamerkan di Singapore Game Toy Comic Convention. Ribuan karakter telah dibuat oleh Pamela, namun salah satu karakter bernama Wolly yang membuat Pamela mendapat cukup perhatian.

Wolly adalah muka seekor babi dengan mata setengah terbuka yang diikuti bentuk badan penggabungan dari beberapa hewan. Pameran pertama Pamela pun dilakukan di Papertoys Exhibition di Turki dan langsung mendapat perhatian dari pihak galeri.

Sumber: VOA & la-lights.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s