“Mobil Esemka”, Buah Tangan Siswa SMK Solo

Arak-arakan peresmian mobil Esemka Rajawali I setelah lolos uji emisi

SMK merupakan sekolah menengah kejuruan yang sederajat dengan SMA. Meskipun SMA lbih diminati oleh para siswa, namun lulusan SMK punya kelebihan tersendiri dibandingkan lulusan SMA. Lulusan SMK memang sengaja dipersiapkan memiliki pengetahuan baik teori maupun praktek. Biasanya lulusan ini dipersiapkan untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri, berbeda dengan SMA yang harus melanjut ke perguruan tinggi.

Salah satu berita yang membuat SMK semakin dikenal adalah ketika para siswa SMK di Solo serta dibantu beberapa gurunya berhasil merakit mobil sendiri dengan. Berita semakin meledak karena jasa Walikota mereka yang sangat merakyat, Jokowi.

Walikota saat itu, Jokowi ketika memperkenalkan mobil Esemka

Guru pembimbing para siswa SMK sedang menjelaskan alur mesin mobil kepada Jokowi

Selain itu, orang banyak kagum karena yang membuat bukanlah tenaga profesional melainkan dari tangan-tangan para siswa menengah atas dengan tekad dan kerja keras. Dengan banyaknya media baik televisi maupun surat kabar dalam negeri meliput kegiatan para siswa ini, bahkan salah satu stasiun televisi Korea,  Korean Broadcasting System (KBS) kepincut untuk meliput secara mendalam mobil Esemka. Ini mengingat cikal bakal kelahiran mobil itu hasil buah karya dari siswa SMK.

kerangka motor penggerak Mobil yang dirakit para siswa SMK

Perakitan mesin oleh siswa SMK

“Mobil Esemka sangat menarik. Karena mobil ini dibuat oleh siswa SMK. Beda dengan siswa di Korea, mereka hanya belajar teori saja,” kata produser tim Dokumenter KBS, Yun Yeong Sik, kepada VIVAnews, Jumat 19 Oktober 2012.

Walikota Solo saat itu, Joko Widodo alias Jokowi bahkan mengatakan bahwa Esemka merupakan cikal bakal mobil nasional.

Saat ini ada tiga prototype mobil rakitan Esemka, yaitu Rajawali I, Rajawali II dan Bima. Sampai saat ini, baru Rajawali I yang berhasil tes uji emisi walau sempat gagal pada tes pertama.

Hasil karya Esemka sudah merakit lima prototype mobil dengan masterpiece-nya Rajawali I (Depan, Hitam)

Keunggulan Mobil Esemka

  • Esemka dibuat dengan konsep SUV yang mampu menampung 7 orang penumpang, lebih banyak dari kapasitas mobil SUV lainnya.
  • Terang saja, ukurannya sedikit jumbo, dengan lebar 1,69 meter dan tinggi 1,630 meter. Dengan interior yang lega, Esemka mampu memuat lebih banyak penumpang dan barang dengan nyaman.
  • Esemka dipersenjatai mesin 1.500cc tipe SOHC dengan multi point injection 4 silinder mesin. Dengan spesifikasi mesin seperti ini, Esemka mampu menghasilkan tenaga 105HP pada 5.500 RPM.
  • Para perakit mobil ini merupakan para pelajar sekolah, bukan teknisi profesional dengan segudang pengalaman di bidang otomotif. Cukup membanggakan.
  • Esemka juga dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang mobil sejenisnya. Cukup sekitar Rp 90 juta, Anda sudah dapat mengarungi jalanan dengan mobil buatan anak bangsa ini. tapi ini masih off road. informasi yang saya dengar di elshinta, kebetulan yang menjadi nara sumbernya adalah rimbawan, kemungkinan setelah masuk pasar harganya berkisar 140 juta.

Kelemahan Mobil Esemka

  1. Yang perlu diperbarui adalah panel bodinya yang tidak presisi meski bentuk bodinya sudah cukup baik.
  2. Lampu penerang masih mencomot dari merek mobil lain. Tentu ini tidak etis jika sudah berkategori industri roda empat. Ini sangat disayangkan
  3. Masuk ke dalam interior mobil satu ini ada yang paling mencolok perhatian. detikOto terpusat pada model dashbord. Letak dashboard sepertinya masih harus diperbaiki agar maksimal dan tidak terlihat berantakan.
  4. Sedangkan kain untuk pelapis atap mobil masih terlihat lipatannya.
  5. Power window yang masih tersendat-sendat ketika naik-turun.
  6. Sedangkan di sektor pendorong, Esemka masih kurang bertenaga. Masih banyak pekerjaan rumah harus dilakukan pihak pengembang, jadi tidak hanya memperhatikan penampilan melainkan performa mesin juga harus ditingkatkan.
  7. Kopling masih keras.
  8. Pedal gas masih keras
  9. Dan kemudi juga masih terasa berat meski sudah menggunakan power steering. Sungguh tidak nyaman untuk mobil sekelas SUV.

Merk Mobil Esemka kini dipegang oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM) yaitu
Alamat :

http://www.mobilsmk.com/

PT. Solo Manufaktur Kreasi.
Jl. Ki Hajar Dewantara Kentingan, Jebres, Surakarta.
Dan menurut informasi akan dijual dipasaran dengan harga :

  • Harga Esemka  tipe Pick-Up Double Cabin (1.5i Digdaya) Rp. 75 juta s/d 95 juta.
  • Harga Esemka  tipe SUV (1.5i Rajawali)  Rp. 100 Juta s/d 125 Juta.

Salah satu hasil karya Esemka ketika diperkenalkan ke publik Solo

Respon Negatif Membangun Dari B.J Habibi

Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, mengatakan, mobil Esemka tidak dibuat secara profesional.

“Mobil Esemka itu cuma dolanan, pembuatannya tidak profesional. Masa anak-anak yang baru tamat sekolah menengah pertama (SMP) sudah mau jadi montir, ya, pasti belum ada pengalaman,” kata BJ Habibie seusai acara talkshow Merah Putih di kediamannya, Patra Kuningan 13, Jakarta, Rabu (7/3/2012).

Menurut Habibie, untuk bisa menciptakan sebuah industri otomotif diperlukan pengalaman serta riset yang cukup, tidak serba instan. “Untuk bisa masuk ke dalam industri otomotif dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar, membutuhkan waktu yang panjang,” tutur dia.

Lebih lanjut Habibie mengungkapkan kecurigaannya akan adanya kepentingan politik di balik pemberitaan mobil Esemka. “Menurut saya, ada ’interest’ politik di balik semua ini. Oleh karena itu, saya sarankan media berhenti mengangkat topik ini, anggap sepi saja,” ujar dia.

Habibie menyarankan, membangkitkan industri otomotif di Tanah Air sebaiknya dimulai dengan membidik industri sepeda motor. “Indonesia ini adalah masyarakat terbesar yang memanfaatkan sepeda motor di bumi. Kenapa kita tidak mengembangkan itu saja, sediakan anggarannya, lakukan riset yang menyeluruh, saya rasa itu lebih rasional,” papar Habibie.

Meski begitu, Habibie tetap memberi semangat kepada generasi muda, terutama siswa sekolah menengah kejuruan yang telah berhasil membuat mobil Esemka. “Tidak ada sesuatu yang datang dengan percuma, semua harus dilakukan melalui perjuangan yang dibarengi dengan pengorbanan, kita tetap harus optimistis terhadap masa depan bangsa,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s